Pada suatu pagi di jalan raya Jakarta…
Reni : “Beberapa hari ini, akselerasimu kok jadi lambat ya, Ri?”
Rio : “Mbreem mbreem… (iya ya, Bos?)”
Reni : “Biasanya, muter gas dikit aja, kamu dah langsung kenceng maju. Nah kalo sekarang, ga maju-maju…”
Rio : “Mbreem mbreem… (muter gas langsung gede aja, Bos! gitu aja kok repot?)”
Reni : “Kalo aku mbuka gas gede, ntar makanmu jadi banyak. Sekarang harga makananmu kan dah semakin mahal.”
Rio : “Mbreem mbreem… (abis diservis pekan kemaren, setelanku kayaknya jadi beda, yang pegang aku bukan orang yang biasanya sih, Bos)”
Reni : “Aku jadi kalah deh, kalo adu kenceng ma orang-orang yang pake gigi itu.”
Rio : “Mbreem mbreem… (yah, Bos, bangsaku itu kan pada dasarnya akselerasinya lebih lambat daripada bangsa bergigi itu)”
Reni : “Nyampe kantornya jadi lebih siang dari waktu biasa deh…”
Rio : “Mbreem mbreem… (masak sih, Bos? kalo gitu, berangkat ke kantor lebih pagi aja)”
Reni : “Kalo berangkat lebih pagi, males…”
Rio : “Mbreem mbreem… (yah, Bos? dulu pas masih berangkat sama Tije, Bos mau aja berangkat jam lima seperempat? sama aku kok ga mau? ini namanya diskriminasi ras!)”


4 tanggapan so far ↓
fauziah85 // 5 Mei, 2008 pada 3:35 pm |
Hahaha…kekasihmu tu lagi ngambek to Ren??
Tetep setia dan menerimanya apa adanya ya… jangan selingkuh ma yang bergigi!
fairuzdarin // 5 Mei, 2008 pada 6:12 pm |
-> fauziah:
Aku akan selalu setia dan menerima dia apa adanya… (karena hanya dia yang kupunya, aku kan ga punya motor lain)
90 Km/Jam « “Fairuz” // 28 Mei, 2008 pada 1:53 pm |
[...] baju, kelamaan “nongkrong” (akhir-akhir ini siklus pencernaanku kurang baik ), berubahnya Rio, dan masih banyak [...]
90 Km/Jam at fairuzdarin // 4 November, 2009 pada 4:11 pm |
[...] baju, kelamaan “nongkrong” (akhir-akhir ini siklus pencernaanku kurang baik ), berubahnya Rio, dan masih banyak [...]