“Fairuz”

Rio Berubah

5 Mei, 2008 · & Komentar

Pada suatu pagi di jalan raya Jakarta…

Reni : “Beberapa hari ini, akselerasimu kok jadi lambat ya, Ri?”
Rio : “Mbreem mbreem… (iya ya, Bos?)”
Reni : “Biasanya, muter gas dikit aja, kamu dah langsung kenceng maju. Nah kalo sekarang, ga maju-maju…”
Rio : “Mbreem mbreem… (muter gas langsung gede aja, Bos! gitu aja kok repot?)”
Reni : “Kalo aku mbuka gas gede, ntar makanmu jadi banyak. Sekarang harga makananmu kan dah semakin mahal.”
Rio : “Mbreem mbreem… (abis diservis pekan kemaren, setelanku kayaknya jadi beda, yang pegang aku bukan orang yang biasanya sih, Bos)”
Reni : “Aku jadi kalah deh, kalo adu kenceng ma orang-orang yang pake gigi itu.”
Rio : “Mbreem mbreem… (yah, Bos, bangsaku itu kan pada dasarnya akselerasinya lebih lambat daripada bangsa bergigi itu)”
Reni : “Nyampe kantornya jadi lebih siang dari waktu biasa deh…”
Rio : “Mbreem mbreem… (masak sih, Bos? kalo gitu, berangkat ke kantor lebih pagi aja)”
Reni : “Kalo berangkat lebih pagi, males…”
Rio : “Mbreem mbreem… (yah, Bos? dulu pas masih berangkat sama Tije, Bos mau aja berangkat jam lima seperempat? sama aku kok ga mau? ini namanya diskriminasi ras!)”

Kategori: Tak Berkategori
Ditandai: , , ,

4 tanggapan so far ↓

Tinggalkan sebuah Komentar