Reni:
Mengapa kalian meninggalkanku? Mengapa? Aku sekarang sendirian. Aku kesepian. Duniaku sunyi. Kembalilah. Kembalilah bersamaku. Temani aku. Temani aku memakai Surya.
Sekarang Surya tak semahal dulu lagi. Sms hanya Rp 149 ke lain operator dan Rp 99 ke sesama operator. Menelepon hanya Rp 5 per detik ke semua operator pukul 23.00 sampai dengan 16.59.
Ibu, Mas Iin, Mas Ugo, mengapa kalian mengikuti jejak Mba Eni, Mba Yayut, Mba Yeti, dan Mba Yuli? Mengapa kalian memakai Empati? Mengapa kalian meninggalkanku sendiri? Aku sangat kesepian!
:’(
Ibu:
Tegarlah, Reni anakku.
Mas Iin:
Ikut gabung kita, yuk!
Mas Ugo:
Emang siape lo, Ndut? Ngatur-ngatur gue!


7 tanggapan so far ↓
fauziah85 // 7 Mei, 2008 pada 11:51 am |
Ya, ampun, Ren…kau melupakanku??
Aku selalu dan akan selalu setia pada si I’im.
Kan masih sodaraan ma Surya tuh?!
Selama Bertahun-Tahun, Keajaiban Itu Berlangsung di Depan Mataku « “Fairuz” // 8 Mei, 2008 pada 9:12 am |
[...] siang, 6 Mei 2008, aku membuat tulisan “Sepi Sunyi Sendiri” di blog ini. Kutulis itu karena aku merasa sedih ditinggal Ibu, Mas Ugo dan Mas Iin. Mereka tak [...]
Farijs van Java // 10 Mei, 2008 pada 9:11 pm |
a… aku pengen beli hape baru…!
(^_^)v
fairuzdarin // 12 Mei, 2008 pada 4:42 pm |
-> fauziah:
Thanks, Sist… jadi pengen terharu :’(
-> Farijs:
Pengen beli hape baru? Sekalian beliin aku juga, dong…
Ga ding, becanda.
fairuzdarin // 16 November, 2008 pada 9:41 pm |
eh, itu lupa lom aku kasih tahu tarif GPRSnya, ya? hehe… segelo aja per kbnya…
loh kok jadi ngiklan gini? untung di “mereka”, dong…
arifinsamsul // 18 November, 2008 pada 6:42 am |
Aku ga meninggalkanmu kok. Bahkan aku baru tahu kalau kita berada dalam satu orbit. Mari kita menjaga surya kita.
fairuzdarin: oke Ipin, mari kita menjaga surya kita… waaa… senangnya ada yang masih satu orbit denganku…
Selama Bertahun-Tahun, Keajaiban Itu Berlangsung di Depan Mataku at fairuzdarin // 4 November, 2009 pada 2:18 pm |
[...] siang, 6 Mei 2008, aku membuat tulisan “Sepi Sunyi Sendiri” di blog ini. Kutulis itu karena aku merasa sedih ditinggal Ibu, Mas Ugo dan Mas Iin. Mereka tak [...]