“Fairuz”

Rumah Mewah

27 Juni, 2008 · & Komentar

Aku sedang merindukannya.
Rumah kecil tapi mewah (mepet sawah).
Di halamannya ada pohon nangka yang hingga terakhir kali kulihat setahuku belum pernah berbuah.
Ataukah sekarang sudah berbuah???

Oh, rumah mewah, apa kabar dirimu?
Masihkah kau ingat aku?
Aku adalah pemilikmu. (ye, ngaku-ngaku… )
Akulah yang dulu selalu menyapu dan mengepel lantaimu sehingga kau terlihat bersih selalu. (bersih kataku, kurang bersih kata yang lain :mrgreen: )

Sudah berbulan-bulan aku tak bersua denganmu. (belum ada dua bulan, sih)
Tahukah kau bahwa aku sedang sangat merindukanmu?
Ingin tanganku mengetok-ngetok pintumu.
Sudah tak sabar kakiku ingin menginjak-injak lantaimu.

Oh, rumah mewah,
Aku tahu kau sudah tak sabar menunggu kedatanganku.
Jangan resah jangan gelisah, kita Insya Allah akan segera bertemu.
Nantikanlah aku pada hari Sabtu…
(Sabtu pekan depan… bukan Sabtu yang masih bulan Juni ini, lho… )

***

Kebumen, Insya Allah kau akan segera melihatku…

Kategori: catatanku
Ditandai: ,