“Fairuz”

Masukan dari Desember 2008

Akhir Pekan dan Modal

23 Desember, 2008 · & Komentar

Akhir pekan menjadi saat-saat yang menyenangkan buatku. Bukan karena aku bisa bersantai-santai di rumah, justru sebaliknya, aku bisa mengerjakan banyak hal.

Aku bisa membersihkan kamarku, mengubah posisi lemari dan rak buku, memasak, mengunjungi teman-teman atau kakak-kakak dan keponakanku, membaca buku, pergi ke toko buku, pergi ke pusat perbelanjaan, pergi ke tempat rekreasi, pergi mencari ilmu, menulis untuk blogku, menonton DVD, menonton motoGP, mencuci motorku atau pergi ke tempat cuci motor, dan lain-lain.

Oh iya, aku juga bisa pulang kampung. Dan ini menjadi yang paling menyenangkan di antara semuanya.

Mungkin akan lebih tepat jika aku simpulkan: akhir pekan menjadi saat-saat yang menyenangkan karena aku bisa mengerjakan banyak hal yang aku sukai.

(lagi…)

Kategori: catatanku
Ditandai: , , ,

Menulis

16 Desember, 2008 · & Komentar

Pekan kemarin, waktuku banyak kuisi dengan mengikuti kegiatan pelatihan yang diadakan kantorku.

Hari Selasa dan Rabu, ada pelatihan penyusunan strategi komunikasi dan artikel untuk web. Sebenarnya, aku tertarik mengikutinya karena ada materi yang terakhir, yang menyusun artikel untuk web itu… Tapi, tahu tidak, ternyata sesi artikel untuk web justru tidak bisa aku ikuti karena saat itu aku sibuk ada hal lain yang harus aku kerjakan. Hiks hiks hiks. Padahal, menurutku, yang paling aku butuhkan saat ini adalah yang itu… (kan aku punya blog :roll: ga banget, ya? )

Lalu hari Kamis. Di tengah gerimis, menaiki bis, aku dan dua puluhan teman kantorku menuju jalan Buncit Raya. Kemana gerangan? Kami mengunjungi kantor pusat detik.com.

Wahhh, aku senang sekali… Kan hampir setiap hari aku membuka portal berita itu, eh tidak tahunya, aku mendapat kesempatan untuk bertemu dengan para orang di balik layar, salah satunya adalah Pak Donny. Satu pesan beliau yang sangat aku ingat: untuk mengasah kemampuan menulis para penulis artikel untuk web, paksa mereka untuk memiliki blog.

Hemmm, kalau “mereka” refers to kami yang saat itu datang, kelihatannya kami tidak perlu dipaksa…

(lagi…)

Kategori: catatanku
Ditandai: , ,

Tipuan Mata

12 Desember, 2008 · & Komentar

“Tak semua yang tampak benar di matamu benar-benar benar…”

Dulu, sewaktu aku masih memakai theme Light, kalimat itu dengan anggunnya bertengger di banner blogku. Namun, sekarang, setelah aku mengganti Light dengan Pressrow, tak ada lagi ia di sana.
Dia menghilang.

Dia menghilang?

Dia memang menghilang, tapi tidak benar-benar menghilang. Mungkin di mataku, di matamu, dia benar menghilang dari banner blogku, tapi… tak semua yang tampak benar di mataku, di matamu, benar-benar benar…

Dia masih ada.
Di sini.

(disini dimana, Ren? :roll: )

Aku suka dengan kalimat itu, apalagi di frasa “benar-benar benar”. Suka sekali. :)

Kalimat itu tak sekedar asal kubuat. Ada maknanya. Ada yang ingin kusampaikan melaluinya. Hem, maknanya mungkin sejalan dengan “don’t judge a book by its cover”. Hanya sejalan, sih, sebab menurutku kalimatku (kalimatku???) mengandung lebih dari itu.

Tapi, jika ada orang yang mengatakan bahwa kalimatku kurang dari itu, ya mungkin bisa saja memang begitu. Tapi, bagiku, dia tetap lebih.
Hem, aku terlalu melebih-lebihkan kalimatku, ya? :P

Baiklah…

Seuntai cerita dari masa kuliahku, hendak kutuliskan di sini, untuk menggantikan “tak semua yang tampak benar di matamu benar-benar benar…”ku yang sudah menghilang selama beberapa pekan…

(lagi…)

Kategori: Tak Berkategori
Ditandai: , ,