Sampai hari ini, aku masih ingin menemukan seseorang yang seperti tokoh fiktif favoritku, di dunia nyata. Perkenalan pertamaku dengan si fiktif itu seingatku sekitar sepuluh tahun yang lalu, di perpustakaan SLTPN 1 Karanganyar, dan sangat mengesankan, sampai-sampai aku merasa dia memang benar-benar ada. Bani namanya, dan tidak benar-benar ada tentu saja, dia hanya hidup dalam novel “Segitiga Lepas Kaki”, karya Gus tf Sakai.
Ada yang pernah membaca novel itu? Novel remaja sih, tapi menurutku dia jauh berbeda dengan kebanyakan novel remaja yang cenderung ringan dan mudah ditebak. Sang penulis novel memiliki kemampuan meramu cerita yang luar biasa, mengajak pembaca untuk larut, ingin tahu, menebak-nebak, merenungi kisah, dan selanjutnya terpukau. Bahasanya puitis. Gus tf Sakai sendiri selain seorang cerpenis dan novelis, juga adalah seorang penyair.
Sangat sulit untuk bisa berjumpa dengan seseorang yang seperti Bani. Kurasa, jauh lebih mudah mencari pangeran berkuda putih yang bersiap untuk menjemput putri di atas menara daripada menemukan dia. Kepribadiannya unik. Secara fisik, dia lebih istimewa lagi: seorang pemuda dengan mata yang menarik, sangat menarik, seperti seseorang yang ada di dalam lagu Angel Eyes-nya ABBA.

