“Fairuz”

Melebihistimewakan

18 Maret, 2009 · & Komentar

Bermula dari obrolan melalui YM pada suatu malam dengan seorang teman semasa kuliah, akhirnya aku memutuskan untuk pulang kampung pada pertengahan Maret kemarin. Sebenarnya aku ingin menyebut namanya disini, tapi aku tidak yakin dia akan menyukai itu. Jadi, biarlah kusimpan namanya, biarlah dia menjadi misteri (halah).

Perasaanku juga mengatakan, dia tidak akan peduli sama sekali dengan tulisan ini. Bahkan jika kuberitahukan padanya bahwa aku menulis sebuah postingan yang berisi tentangnya pun, belum tentu dia mau membacanya. Dia adalah orang yang cuek. Sangat cuek bahkan. Meski cuek, tapi dia juga adalah orang yang punya kendali atas dirinya. Hem, itu salah satu hal yang paling aku kagumi dari dirinya.

Kadang aku heran, mengapa dengan orang yang keras dan agak kasar seperti dia, aku justru bisa berbicara lebih bebas dan nyaman. Kejujurannyakah yang menjadikan aku betah dengannya? Bukankah kejujuran adalah pangkal dari kebaikan? Hem, begitu bukan sih?

(lagi…)

Kategori: catatanku
Ditandai: , ,