“Fairuz”

Pesona Kota Tua

26 Maret, 2009 · & Komentar

Aku adalah warga Jakarta.

Lho, memang kenapa Ren kalau kamu itu warga Jakarta?
Hemmm, ya tidak apa-apa sih.

Setelah sekian tahun menjadi warga Jakarta, akhirnya pada Sabtu kemarin, untuk pertama kalinya aku mengunjungi kawasan Kota Tua di Jakarta Barat. Di kawasan itu terdapat banyak bangunan tua peninggalan Belanda yang menyimpan cerita Jakarta di masa lalu. Tidak afdhol rasanya jika aku sudah memiliki KTP Jakarta, tapi belum pernah sekalipun bertandang ke Kota Tua. :P

Setelah mengunjungi kawasan tersebut, timbul perasaan menyesal di dalam hatiku. Awalnya, kupikir Kota Tua itu menarik dan memberikan nuansa berbeda dari kota Jakarta di masa kini, tapi ternyata… ternyata Kota Tua tidak hanya menarik, tidak hanya memberikan nuansa berbeda, tetapi sangat menarik, bikin betah, mempesona, menyenangkan, dan surga bagi yang suka berfoto-foto ria.

Aku menyesal, menyesal kenapa tidak dari dulu aku bermain ke Kota Tua.

Kawasan tersebut juga mudah dijangkau. Dari Cililitan, aku naik bus Trans Jakarta, transit tiga kali di halte Kampung Melayu, Senen, dan Harmoni. Di Harmoni, sudah menanti temanku Fifi, lalu kami bersama menuju Kota Tua dengan menumpang bus Tije tujuan Kota.

Sampai di halte Stasiun Kota, kami sudah melihat Museum Bank Mandiri. Ada di sisi kiri jalan dari arah kedatangan bus kami. Turun dari halte, kami melewati terowongan terlebih dahulu, mengambil arah Pasar Pagi, keluar terowongan dan sudah sampai di depan museum itu.

museum bank mandiri

Museum Bank Mandiri pada jaman dahulu kala digunakan sebagai kantor Nederlandsche Handel Maatschappij (NHM), yaitu kongsi dagang Belanda yang menggantikan VOC. Terdapat banyak benda kuno yang terkait dengan kegiatan bank di dalam museum ini.

Salah satu benda yang paling membuatku terbengong-bengong adalah Buku Besar atau Grootboek. Ukurannya 38,5 x 49 cm, dengan tebal buku 17,3 cm dan memiliki 1503 halaman. Waaawww…

Buku ini digunakan oleh NHM untuk mencatat laporan keuangan tahun 1935-1936 yang isinya antara lain mengenai perkebunan dan komoditi.

grootboek

grootboek

Selain Grootboek, ada juga mesin ketik, mesin hitung, pembolong kertas, telepon, dan masih banyak lagi. Yang paling menarik perhatianku lagi adalah kipas angin antik.

kipas angin antik

kipas angin antik

Meski ruangan museum terasa sejuk dan bersih, tapi kesan “lain” masih terasa. Yah, namanya juga bangunan tua.

lain

lain

Setelah menjelejahi Museum Bank Mandiri, kami beranjak ke tempat lain. Di samping Museum Bank Mandiri ada Museum Bank Indonesia, tapi kami tidak masuk ke situ. :P

museum bank indonesia

museum bank indonesia

Menyenangkan sekali berjalan di atas trotoar kawasan ini karena lebar dan tidak ada “penyesak-penyesak trotoar” yang biasa ditemukan di tempat lain.

jalan di trotoar yang lebar

jalan di trotoar yang lebar

Berjalan menyusuri trotoar beberapa ratus meter (atau beberapa puluh, ya?), kami kemudian memilih Museum Wayang sebagai tempat persinggahan selanjutnya. Tiket masuk terhitung murah, hanya Rp 2.000,00.

Di dalam museum ini terdapat bermacam wayang dari berbagai daerah. Ada wayang golek, wayang kulit, boneka, dan lain-lain. Asalnya pun beragam, antara lain wayang dari Sumatera dan Bali, ada pula boneka dari India dan negara Eropa. Tapi, ada larangan mengambil gambar di ruang pameran museum. Jadi, lihat pintu masuknya saja, ya.

museum wayang

museum wayang

Tempat selanjutnya: Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah. Tidak jauh dari Museum Wayang. Hanya beberapa puluh meter (atau beberapa ratus, ya?). Harga tiket masuk sama seperti tiket di Museum Wayang. Murah kan?

museum sejarah jakarta

museum sejarah jakarta

Bangunan ini dulu disebut dengan Stadhuis atau Balai Kota. Di dalamnya terdapat perjalanan sejarah Jakarta, lukisan-lukisan entah karya siapa, meja antik, kursi antik, boks bayi antik, dan masih banyak lagi. Disini juga tidak diijinkan untuk mengambil foto di ruang pameran.

museum sejarah jakarta (stadhuis)

stadhuis

Selain tempat-tempat itu, aku dan Fifi juga mengunjungi beberapa tempat lain. Ada juga tempat yang sekedar kami ambil gambarnya. Ini dia gambar-gambar mereka. Ala kadarnya saja. :P

apa artinya, ya?

apa artinya, ya?

bar bar

bar bar

bangunan tua

bangunan tua

museum seni rupa dan keramik

museum seni rupa dan keramik

beos

beos

Masih banyak yang belum dikunjungi. Kapan lagi ya aku ke sana? Hemmm…

pengunjung kota tua

pengunjung kota tua

Kapan giliranmu ke sana? Atau sudah pernah ke sana? :)

Kategori: jalan-jalanku
Ditandai: , , ,

24 tanggapan so far ↓

  • achoey // 26 Maret, 2009 pada 12:44 pm | Balas

    Untung masih ada yg terawat
    Masih ada yg masih bisa kita lihat :)

    fairuzdarin: Iya, Mas. Udah pernah main ke sono belum, Mas? Bagus… :)

  • samsul arifin // 27 Maret, 2009 pada 6:17 am | Balas

    wah, suatu saat aku harus ke KOTA TUA!

    fairuzdarin: Iya, Pin. Makanya cepet ke Jakarta lagi..

  • Gempurr // 27 Maret, 2009 pada 9:24 am | Balas

    Wah ogut pernah ke situ.. pas lagi ada karnavalnya lagi. Tapi sempet diusir ma para “kumpeni” coz ogut ngalangin jalan wakil gubernur.. emang salah yah?? orang jalan umum ko.. *hik2..curhat*

    fairuzdarin: Hohoho… Gitu aja nangis. Mas Gempur ternyata cengeng… :P

  • nenyok // 27 Maret, 2009 pada 12:05 pm | Balas

    Salam
    Igh Reni, imut banget siy, manissss pula, palagi klo sambil mandi gula tambah manis deh hihihi…
    *duh OOT ya
    Okay skg ga OOT, Ren mau ya jd guide tour klo kapan-kapan Mbak-mu ini kesana :D
    Ah Kota Tua ya, hmm yang menuruk tentunya story, history atau bahkan chemistry dibaliknya supaya sejarah bukan hanya jd memori tanpa arti *beuuh sok romance lg :P

    fairuzdarin: Waduh, jadi malu ni… Emang aku imut yah? Hihihi, siap-siap ditimpukin orang banyak tuh ntar.
    Ayo Mba, ke Jakarta, ntar kita maen ke Kota Tua… Asyik banget lho, Mba. Banyak tempat romantis di sono… Tapi banyak tempat menyeramkan juga si… :P

  • syelviapoe3 // 27 Maret, 2009 pada 12:12 pm | Balas

    Aku belum pernah ke sana…
    Tapi ingin sekali mengunjungi museum2.. belajar dari sejarah..menikmati sejarah..
    Gak heran dulu aku pengin jadi arkeolog :D

    fairuzdarin: Wah, coba kapan-kapan ke sono, Mba… Asyik banget loh. Banyak tempat yang bisa dikunjungi. Itu yang aku tulis mah cuma sebagian kecil aja.

  • winky // 27 Maret, 2009 pada 11:10 pm | Balas

    Aku pernah ke sana…tapi ke museum bank mandiri doank…Ooo,lagi tau kalo daerah situ namanya kota tua…tapi mang aroma2nya suasana kumpeni..hehehe

    fairuzdarin: Wah, udah pernah ke sono ya Win? Sayang cuma ke museum itu doang, padahal geser ke depan dikit ada museum fatahillah dll, lho. Main ke situ lagi gih, biar tahu yang lain juga. Ato mau sama Ipin dan Budi? Hehehe…

    Duh, ngiklan banget sih aku…

  • hanif // 28 Maret, 2009 pada 6:29 am | Balas

    Aku belum pernah kesana..hiks…kayaknya bagus…

    fairuzdarin: Iya, bagus Bud. Udah, dateng aja ke sini biar ga penasaran. Bareng Ipin aja, dia kan juga pengen liat. Ntar aku jadi guide deh. Gimana? :P

  • mrs.children // 28 Maret, 2009 pada 5:10 pm | Balas

    Aku adalah warga Jakarta. Dan aku belum pernah ke kota tua, ahiks… belum kesampeian..

    sepertinya menyenangkan sekali … *mupeng liat foto-foto nya*

    fairuzdarin: Ayo ke sana Marina. Menyenangkan lho. Ato mau kopdar di sana bareng aku ma Nur? Hehe… tawaran yang menarik bukaaan? :P

  • fandi88 // 29 Maret, 2009 pada 7:56 am | Balas

    Kota tua paling cocog bwt photo prewedding,, tempatnya udah aneh bgt tapi artistic keren ,,

    fairuzdarin: Betul sekali, Fandi. Kemarin pas ke sono juga ada yang lagi foto buat prewed. :)

  • winky // 30 Maret, 2009 pada 10:23 am | Balas

    wah2..tampaknya kamu ingin aku ke sana bareng ipin dan budi ya…tapi ide bagus itu ren…entar aku ma budi jalan2…dan kalian berdua bisa…..

    hahahaha….*peace ren*

    fairuzdarin: Duh, ni anak. Aku emang ngajakin orang-orang biar ke sono, kok. Kan enak kalo rame-rame, Win…
    Ipin pasti juga bakal ngajakin ***. Udah, kita jangan misah-misah gitu. Kan ga enak jadinya… Jangan berdua-duaan, karena yang ketiga adalah…

  • kangpandoe // 30 Maret, 2009 pada 2:53 pm | Balas

    keknya ada satu fotographer berbakat nih yang moto2 bagus tanpa perlu kursus lagi

    fairuzdarin: Waaa… Jangan memujiku, Pan. Aku lagi mulai tertarik ma fotografi ni, dan harus banyak belajar dari Pandu. Mohon bantuannya, ya.
    Btw, ternyata moto-moto itu menyenangkan banget ya, Pan. :P

  • fauziah85 // 31 Maret, 2009 pada 4:14 pm | Balas

    Sebenarnya aku dah baca artikel ini dari lama…
    Sebenarnya aku dah pengin komen dari lama…
    namun apa daya, aku jadi yang keduabelas…
    Sudahlah!

    Hm, aku masih optimis, suatu hari akan bisa ke sana!!!

    NB: Tertarik fotografi, kepingin kaya Wisna, Ren? ^-^

    fairuzdarin: Ya udah ke sana Nur. Deket kok, naik busway bentar juga udah nyampe…
    Hem, kok Wisna? Masih “tertarik” ya, Nur? :P

  • nenyok // 1 April, 2009 pada 12:50 am | Balas

    Salam
    My lil siezz, plis ada award kali ini kerjain ya *memohon.. ;)

    fairuzdarin: Hiks… Makasih banget, ya. Maafkan diriku yang menelantarkan award dari Mba… Iya, aku kerjain, Mba… Insya Allah…

  • Samsul Arifin // 1 April, 2009 pada 4:32 am | Balas

    To winky: hei win, what are you talking about? Lagi-lagi kau meracau di sini!

    fairuzdarin: Apa kita perlu melakukan press conference ya Pin, untuk menjelaskan bahwa di antara itu kita ga ada apa-apa? *Halah, opo iki maksude? Berle banget*

  • Nug // 6 April, 2009 pada 10:35 pm | Balas

    Hm.. apa mungkin gara2 aku juga tinggal di Jakarta ya, mau foto2 sisi Kota tua di Jakarta malah belum sempat2 aja.. :D

    fairuzdarin: Mas Nug keseringan ke Sentul kali tuh Mas… :P

  • Fadhilatul Muharram // 25 Mei, 2009 pada 7:16 am | Balas

    jadi malu… aku juga warga jkt (terhitung sejak lahir). tapi sayangnya… belum pernah nyempetin diri ke kota tua. palingan cuman sampe halte busway kota atau stasiun kota. hikz2… HARUS KE KOTA TUA!!! bismillah… semangat!!

    • fairuzdarin // 27 Mei, 2009 pada 12:48 pm | Balas

      Eh, katanya pengunjung Kota Tua meningkat lho dibandingkan tahun lalu… Semoga postingan ini ikut berperan serta terhadap hal tersebut.

      Hehehehehe…

  • KOTA TUA kayak apa sih?? « thePOWER ofWORDS // 25 Mei, 2009 pada 7:45 am | Balas

    [...] ke luar kota harus didahulukan?? hikz-hikz… kabulkanlah TUHAN… saya ingin melihat PESONA KOTA TUA bersama teman-teman. [...]

  • Casrudi // 25 Mei, 2009 pada 12:00 pm | Balas

    Ini tempat paling asik buat hang oud, kalau malam minggu banyak muda mudi disana… :) jajanan murah khas kaki lima, persis depan museun fatahillah, gaya artistik pencahayaan masa kini… :)

    • fairuzdarin // 27 Mei, 2009 pada 12:51 pm | Balas

      Wah, malam minggu banyak muda-mudi??
      Yah, jadi ga seru dong kalo tempat itu justru digunakan untuk sesuatu yang bukan berkaitan dengan wisata sejarahnya…

      Aku belum pernah liat pas malam2… jadi ga tau gimana pencahayaannya. Tapi, kesana malam2nya ga mau pas malam minggu ah. :P

  • stainless tanks // 12 September, 2009 pada 3:21 pm | Balas

    Semoga semua terjaga keutuhan’y……..

Tinggalkan sebuah Komentar