“Fairuz”

Masukan dari April 2009

Oleh-Oleh dari Kampung

14 April, 2009 · 15 Tanggapan

Hari ini Anda adalah orang yang sama dengan Anda di lima tahun mendatang, kecuali dua hal : orang-orang di sekeliling Anda dan buku-buku yang Anda baca. (Charles Jones)

Pada suatu siang, aku berkunjung ke gedung Setda Kabupaten karena ada acara Super Book Fair 2009 di sana. Setelah beberapa lama menjelajahi ruang pameran dan sukses menggamit beberapa buku, aku keluar dan duduk-duduk di sisi utara gedung. Ada banyak kursi kosong di situ, dan aku menjatuhkan pilihan pada salah satu kursi yang memiliki posisi paling nyaman menurutku.

(lagi…)

Kategori: catatanku
Ditandai: , , ,

PR Lagi…

4 April, 2009 · 5 Tanggapan

Dapat PR lagi.

Kali ini dari Nur.

Langsung saja, ya.

Jawab pertanyaan di bawah ini dengan gambar dari google, harus post gambar di halaman pertama yang muncul sebagai jawaban.
(lagi…)

Kategori: Tak Berkategori

Award dari Mba Nenyok

1 April, 2009 · 5 Tanggapan

Pertama, aku ingin mengucapkan beribu maaf, tertuju kepada Mba Nenyok yang sudah pernah memberiku award (dan sekaligus PR), tapi tidak kunjung aku kerjakan.

Kedua, aku ingin mengucapkan beribu maaf lagi, tertuju kepada Mba Nenyok lagi, yang kembali memberiku award, tapi sepertinya award itu juga bakal menyusul kakaknya terdahulu, yaitu tidak kunjung aku kerjakan.

Hiks hiks… Mba Nenyok marah tidak, ya?

(lagi…)

Kategori: Tak Berkategori
Ditandai:

Manusia Indonesia

1 April, 2009 · 5 Tanggapan

Pada akhir semester genapku di kelas tiga SMA, Bu Sri Riastuti -guru Antropologi-ku-, pernah membahas sebuah permasalahan menarik di kelas. Beliau mengupas pokok bahasan mengenai ciri-ciri manusia Indonesia. Ada satu tokoh yang pemaparannya tentang ciri-ciri tersebut diajukan acuan, yaitu Mochtar Lubis. Yang membuatku tertarik saat itu karena isi pemaparan Mochtar Lubis yang begitu lugas, tanpa tedeng aling-aling, bahkan pada awalnya aku anggap merendahkan manusia Indonesia itu sendiri.

Jadi, menurut Mochtar Lubis, ciri-ciri manusia Indonesia itu antara lain munafik, enggan bertanggung jawab, berperilaku feodal, percaya takhayul, berbakat seni, dan berwatak lemah. Nah, bagaimana menurut kalian pendapat beliau ini? Menyedihkan tidak? Pendapat itu diungkapkan melalui ceramahnya di Taman Ismail Marzuki yang mengangkat tema “Situasi Manusia Indonesia Kini”, pada tahun… tahun 1977 (CMIIW).

Melihat tema “Situasi Manusia Indonesia Kini”, sedangkan ceramah itu disampaikan pada tahun 1977, masih relevankah jika kita membicarakan hal tersebut pada masa sekarang? Masih saja sih. Buku-buku pelajaran Antropologi kelas tiga SMA saja masih menyinggung pendapat Mochtar Lubis itu. Mungkin pakar-pakar ilmu sosial juga masih banyak yang membahas ini.

(lagi…)

Kategori: catatanku