“Fairuz”

Oleh-Oleh dari Kampung

14 April, 2009 · & Komentar

Hari ini Anda adalah orang yang sama dengan Anda di lima tahun mendatang, kecuali dua hal : orang-orang di sekeliling Anda dan buku-buku yang Anda baca. (Charles Jones)

Pada suatu siang, aku berkunjung ke gedung Setda Kabupaten karena ada acara Super Book Fair 2009 di sana. Setelah beberapa lama menjelajahi ruang pameran dan sukses menggamit beberapa buku, aku keluar dan duduk-duduk di sisi utara gedung. Ada banyak kursi kosong di situ, dan aku menjatuhkan pilihan pada salah satu kursi yang memiliki posisi paling nyaman menurutku.

Kubuka salah satu buku yang kubeli, kubaca, sambil menanti Ibu selesai mengikuti suatu acara tak jauh dari gedung Setda. Lalu, beberapa gadis remaja mendekat dan duduk di sampingku. Mereka mengobrol, dan dari isi pembicaraan serta penampilan mereka, kuambil kesimpulan bahwa mereka adalah siswa SMAN 1 Kebumen, sekolahku dulu.

Tak ada yang mengenal aku. Tapi mereka tetap asyik mengobrol. Kupikir mereka tidak merasa terganggu dengan keberadaanku. Dan aku sendiri menikmati keberadaanku di tengah-tengah mereka. Saat salah satu gadis menanyakan jam berapa kepadaku karena melihat aku memakai arloji, aku malah jadi lebih merasa nyaman lagi di dekat mereka. Aku merasa menjadi bagian dari mereka. Aku bagai kembali menjadi Reni si anak SMA. Huh, lebay. Tapi, itu yang aku rasakan. Bahkan kurasa orang lain menganggap aku adalah bagian dari mereka. Hehehe…

Cara bicara mereka yang menggunakan bahasa Indonesia tapi berlogat Kebumen tulen (dan lebih tepatnya logat anak-anak SMA-ku), isi obrolan mereka yang membahas urusan sekolah ini dan urusan sekolah itu, menyinggung PR ini dan PR itu, mengingatkanku akan sosok-sosok di masa laluku. Mereka benar-benar seperti aku dan teman-temanku di masa SMA.

Kemudian, aku memikirkan kalimat Charles Jones tadi. Mereka, gadis-gadis remaja itu, adalah cerminan aku dan teman-temanku pada lima tahun yang lalu.

Aku mengingat-ingat lima tahun yang telah kulewati, apa saja yang sudah kualami. Banyak, sih. Tapi, satu kesimpulan yang kuambil, aku sekarang dan aku lima tahun yang lalu tidak banyak berubah. Bahkan masalah fisik pun kami sama. Setidaknya begitu kata teman-teman dan keluargaku. :P

Tapi, memang ada dua hal yang membedakan kami, seperti kata Bung Charles: orang-orang di sekelilingku, dan buku-buku yang sudah aku baca.

Ada yang istimewa lagi bagiku, orang-orang yang ada di sekelilingku sering mempengaruhi apa-apa yang menjadi bahan bacaanku. Atau sebaliknya, buku-buku bacaanku sering mempengaruhi siapa-siapa yang akan berada di sekelilingku. Ada hubungan yang indah di antara mereka. Dan, aku sangat bersyukur karena banyak sekali kebaikan yang aku dapat dari keduanya.

Lalu, sebuah sms dari Ibu berbunyi. Beliau sebentar lagi akan menjemput dan memintaku menunggu di pinggir jalan raya. Hemmm, berpisahlah aku dengan gadis-gadis remaja itu. Dan aku kembali ke alam nyata, aku kembali dari Reni si anak SMA menjadi Reni yang sudah bekerja. Huhuhu…

Aku menunggu kedatangan Ibu. Dan satu hal lagi yang aku sadari: Ibu adalah satu-satunya orang yang selalu setia ada di sekelilingku selama lima tahun ini. Meski tidak ada di dekatku secara fisik, tapi sms dan telepon Ibu selalu menghiasi hari-hariku. Ah, Ibu. Ibu benar-benar setia mengelilingiku! Kok aku jadi merasa menjadi matahari dan Ibu adalah planet bumi yang setia mengitariku, ya? Hihihi…

Ibu muncul, dan aku segera membonceng motornya. Si matahari dan si bumi sedang berada pada posisi perihelium!

Hihihi… Maaf ya aku sebut Ibu sebagai bumi. Habis Ibu setia banget, sih. I love you, Mom…

Lho, kok jadi membahas Ibu, ya? Tadinya kan mau membahas kalimat Charles Jones.

Kategori: catatanku
Ditandai: , , ,

15 tanggapan so far ↓

  • hanif // 14 April, 2009 pada 9:50 pm | Balas

    Jadi ingat pas nunggu angkutan pulang di depan SMA sebeleh gedung setda ketika SMA dulu. Ngobrol sama Tulus sampe berjam2 menunggu angkutan yang paling bagus…padahal semua angkutannya sama saja…alhasil pulangnya jadi sore

    fairuzdarin: Kalo aku jarang nunggu ampe lama, soale aku tiap hari dijemput sama Ibuku di Karanganyar. Kalo ga ada les, jam setengah 3 harus di situ. Udah ditungguin. BTW, kita pernah satu kendaraan ga ya, Bud? Kan sama-sama ke arah Gombong tuh.

  • Farijs van Java // 14 April, 2009 pada 10:39 pm | Balas

    ah, masih ga sempet nulis dongeng oleh2ku…

    fairuzdarin: Ayo disempetin nulis, boi… Pasti seru. :)

  • aQ azzam // 15 April, 2009 pada 1:25 am | Balas

    oalah cakeb rupane. Wonge dhewek or basa jogjanya, jape methe dab.

    msh krg tuh bung charles, lingkungan d sktar qt jg berubah dunk. Btw, tumben Kbm ada book fair?

    fairuzdarin: Eh, bukan dab, Mas. :P
    Book fair ini katanya si udah tahun ketiga dilaksanakan di Kebumen. Aku juga baru tau. Udah bertahun-tahun aku ga tinggal di sono soale…

  • fauziah85 // 15 April, 2009 pada 7:45 am | Balas

    Sebaliknya, kadang aku merasa, diriku bukan yang dulu… (kok kaya lirik lagu, sih?!)

    Wah, kalo aku ga mungkin rasanya bisa deket2 SMA lagi. Secara dia tempatnya “terpencil” gitu, kayae ga bakalan ada event diadain di sekitar situ. Plus aku jarang ke kota, kalo pulkam di kota ada event apa aku juga ga bakalan tahu. :P

    fairuzdarin: Aku masih merasa kayak anak berumur 17 tahun. Hehehe…
    Kalimat itu kayaknya sebenernya lebih ditekankan pada bukunya, bukan pada manusianya.
    Itu juga karena banyak iklannya, makanya aku tahu ada acara itu. Biasanya juga jarang denger, Nur. :P

  • samsul arifin // 16 April, 2009 pada 8:20 am | Balas

    aku dulu kerjanya antar jemput adikku yang sekolah di MAN 1 Kebumen. hiks.
    ga ada waktu buat kemana-mana. hiks.
    tapi aku bahagia kok, kamu tenang aja ren.

    fairuzdarin: Wah, kakak yang baik… :)

  • fandi88 // 16 April, 2009 pada 11:58 am | Balas

    Wong jogja dab. yo’ opo kabare.. *salah dialog deh kaya’nya,, hehe

    Ibuku sangat cantik,, mpe2 dia kirira masi perawan,, :lol:

    fairuzdarin: Pasti masih cantik banget ya… Ibuku juga cantik, meski dah jadi nenek… :)

  • nenyok // 21 April, 2009 pada 7:46 pm | Balas

    Salam
    Okay deh ditunggu bahasan Charles Jonesnya :)

    fairuzdarin: Ga ada pembahasan lebih lanjut je, Mba. Mentok sampe disini ni… :)

  • gempurr // 27 April, 2009 pada 7:17 am | Balas

    Dear Ren..

    Paling sulit ketika ketika mengucapkan salam perpisahan, tapi toh kita bisa juga hehe.. Thanks atas semua masukan dan keluaran yang terjadi, mudah2an berguna bagi kita masing2. Gempur dan badanya telah tamat, dan luar biasa menemukan the kickers dalam perjalanan ini. Semoga blog kalian terus dinamis dan terus berkarya….

    Assalamualaikuuuuuuuuuuuuum

    fairuzdarin: Wa’alaykumsalam warrahmatullah wabarakatuh.
    Maafkan aku atas segala salah dan khilaf ya, Mas. Semoga kita bisa bertemu di lain kesempatan. Terus dinamis dan terus berkarya juga, Mas. :)

  • mrs.children // 29 April, 2009 pada 8:27 pm | Balas

    salah satu hal yang tidak banyak berubah, semenjak 5 tahun yg lalu sampe sekarang, mba Reni dan sang Ibu masih seperti matahari dan bumi nya, yha kah?? :mrgreen: hee

    fairuzdarin: Ah, Marina. Benar sekali dirimu… Ibu selalu ada di sisiku, menemaniku menjalani hari… :)

  • Nug // 30 April, 2009 pada 3:13 pm | Balas

    Akh…
    Aku masih inget tuh setiap detail tingkah polahku semasa SMA.. dan jika mengingat itu aku serasa masih SMA aja.
    Tapi pas megang kepala, lho kenapa udah botak yah..?? Xixixi :mrgreen:

    fairuzdarin: Hehehe… Emang Mas, aku juga berasa masih anak SMA. Gapapa kepala botak, yang penting semangat dan jiwanya masih segar dan muda. :)

  • Balisugar // 30 April, 2009 pada 10:51 pm | Balas

    hm mampir kesini senang banget membaca tulisanmu, kutunggu selanjutnya

    fairuzdarin: Terima kasih atas kunjungannya… Seneng deh ada yang seneng baca tulisan disini. :)

  • 4z1z4h // 9 Juni, 2009 pada 2:48 pm | Balas

    tulisan ini tiba2 membawa ku ke sbuah gedung mirip penjara… SMA ku… The best of jail in the world.Mirip penjara banget
    hahaha,,,,
    setuju kah klo jaman2 nya SMA adalah jaman2 terindah yang pernah di lewati???

  • 4z1z4h // 9 Juni, 2009 pada 2:56 pm | Balas

    The best of jail in the world —> kalimat yang aneh :D

Tinggalkan sebuah Komentar