Sabtu (9/5) kemarin, aku melewati jalan T.B Simatupang dari Jakarta Selatan ke arah Pasar Rebo. Di sepanjang jalan, kujumpai beberapa penjual air sari tebu yang berdagang di atas mobil pick up. Ada tulisan besar terpasang di tempat mereka berjualan: “SARI TEBU MURNI”. Semua penjual memasang tulisan yang sama.
Beberapa bulan yang lalu, aku lupa kapan tepatnya, pernah juga kulihat penjual air sari tebu dengan tulisan yang sama. Juga berjualan di atas mobil pick up. Hanya saja, bedanya, penjual itu kutemui di daerah dekat Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Sekilas, peralatan dan perlengkapan yang mereka gunakan untuk berjualan pun sama.
Iseng, aku bertanya ke Mbah Google tentang “SARI TEBU MURNI”, dan kata beliau, ada jaringan penjualan air sari tebu dengan merek dagang “SARI TEBU MURNI”. Pemegang merek tersebut adalah Doddy Sularso Bangun, pemilik CV Raja Tebu.
Ada yang berminat untuk membuka usaha seperti Pak Doddy? Hem, kalau aku sih tidak berminat. Pada dasarnya, aku bukan penyuka sesuatu yang manis-manis, meski tetap doyan. Yang asin-asin dan pedas-pedas baruuu… Emmm… Nyummy… Gurih… Yang kecut-kecut juga enak. Cep cep cep… Aku sedang membayangkan memakan jeruk kecut yang membuat mata merem-merem saking kecutnya. Enaknya…
Kembali ke air sari tebu…
(lagi…)

