“Fairuz”

SARI TEBU MURNI

14 Mei, 2009 · 29 Komentar

Sabtu (9/5) kemarin, aku melewati jalan T.B Simatupang dari Jakarta Selatan ke arah Pasar Rebo. Di sepanjang jalan, kujumpai beberapa penjual air sari tebu yang berdagang di atas mobil pick up. Ada tulisan besar terpasang di tempat mereka berjualan: “SARI TEBU MURNI”. Semua penjual memasang tulisan yang sama.

Beberapa bulan yang lalu, aku lupa kapan tepatnya, pernah juga kulihat penjual air sari tebu dengan tulisan yang sama. Juga berjualan di atas mobil pick up. Hanya saja, bedanya, penjual itu kutemui di daerah dekat Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Sekilas, peralatan dan perlengkapan yang mereka gunakan untuk berjualan pun sama.

Iseng, aku bertanya ke Mbah Google tentang “SARI TEBU MURNI”, dan kata beliau, ada jaringan penjualan air sari tebu dengan merek dagang “SARI TEBU MURNI”. Pemegang merek tersebut adalah Doddy Sularso Bangun, pemilik CV Raja Tebu.

Ada yang berminat untuk membuka usaha seperti Pak Doddy? Hem, kalau aku sih tidak berminat. Pada dasarnya, aku bukan penyuka sesuatu yang manis-manis, meski tetap doyan. Yang asin-asin dan pedas-pedas baruuu… Emmm… Nyummy… Gurih… Yang kecut-kecut juga enak. Cep cep cep… Aku sedang membayangkan memakan jeruk kecut yang membuat mata merem-merem saking kecutnya. Enaknya…

Kembali ke air sari tebu…
Baca terus →

→ 29 CommentsKategori: catatanku
Tagged: , ,

Rumah

12 Mei, 2009 · 12 Komentar

Sudah lama tidak kutengok blog ini.
Apa kabarmu, “Fairuz”?
Aku merindukanmu. Sedikit, sih.

“Reni, Reni, Reni…”
Kamu memanggilku untuk kembali.
Kamu ibarat rumahku.
Benar-benar rumah yang rumahku.
Ya, karena sebuah tempat yang benar-benar kamu anggap rumah, akan selalu memanggilmu untuk kembali. Karena sebuah tempat yang benar-benar kamu anggap rumah, tidak akan dengan mudah kamu tinggalkan begitu saja, tidak akan dengan mudah kamu lupakan begitu saja.

Dan aku kembali, “Fairuz”. Karena kamu rumahku.

Baca terus →

→ 12 CommentsKategori: catatanku

Oleh-Oleh dari Kampung

14 April, 2009 · 15 Komentar

Hari ini Anda adalah orang yang sama dengan Anda di lima tahun mendatang, kecuali dua hal : orang-orang di sekeliling Anda dan buku-buku yang Anda baca. (Charles Jones)

Pada suatu siang, aku berkunjung ke gedung Setda Kabupaten karena ada acara Super Book Fair 2009 di sana. Setelah beberapa lama menjelajahi ruang pameran dan sukses menggamit beberapa buku, aku keluar dan duduk-duduk di sisi utara gedung. Ada banyak kursi kosong di situ, dan aku menjatuhkan pilihan pada salah satu kursi yang memiliki posisi paling nyaman menurutku.

Baca terus →

→ 15 CommentsKategori: catatanku
Tagged: , , ,